TAKUT
Posted on Tuesday, December 27, 2022 @ 7:45 PM < 0 tomodachi >
Bismillahirahmanirahim
Assalamu'alaikum



“Jangan takut, jangan takut,” perkataan yang selalu diulang-ulang murobbi masa mukhayyam beberapa bulan lalu.

 

Fuzah dan takut bagaikan sahabat karib.

Masa tu ‘perang Badar’, pada gelap-gelita dan kesejukan sepertiga malam.

Jantungku berdegup kencang sedang aku bersiap sedia menjaga benteng kubuku sendiri. Semakin lama semakin ramai teammates “syahid”, menandakan tak lama lagi pihak lawan akan mara ke arah sini, menyerang. Dan hatiku mula goyah dan takut dan gentar.

Tatkala itu murobbi ingatkan.

Sama juga pada malam sebelumnya, ketika sesi perlatihan satu lawan satu.
“Jangan takut, yakinlah,” para murobbiah melaungkan.

Qadarullah, aku yang hati rapuh, yang tenaga tak sekuat mereka, menang dalam pertempuran pertama walau tidak untuk kali kedua. Tapi cukuplah untuk memberi segenggam semangat untuk aku meneruskan.

Pada perang pertama kemenangan tak menyebelahiku. Maka pada perang kedua, hatiku lesu. Takut. Menyerah sebelum bertanding. Peperangan kedua adalah perang yang lebih sengit. Pertarungan satu lawan satu, satu lawan dua, tiga. Strategi. Tipu daya perang. Aku si tulang rapuh, tubuh keding, tenaga hanya sebatas apa.. Tapi qadarullah, kemenangan memihak kepada kumpulan aku sedangkan kami punya banyak ‘kecacatan’.

Aku sedar sesuatu; takut adalah apabila kamu meletakkan pergantungan, kekuatan atas dirimu sendiri yang lemah.
Beralihlah meletakkan semua itu pada Allah, nescaya kamu tidak akan takut.

Jangan takut, kalaulah mukhayyam tempoh hari Allah sudah membuktikannya, pastinya ia bakal berulang lagi pada kehidupan realiti.

Jangan takut.
Bismillah, dan melangkahlah.
Allah menjagamu, "yang terpelihara".


وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” —Ali Imran [3]:139